Allah Ta‘ala berfirman:
(وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ)
“Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
Di antara nikmat terbesar yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah nikmat Islam dan nikmat tauhid.
Janganlah sekali-kali berputus asa dari kelembutan Tuhanmu sejak engkau masih berupa segumpal daging dan bayi.
Seandainya Allah menghendaki engkau kekal di neraka, niscaya Dia tidak akan menanamkan tauhid di dalam hatimu.
Nikmat ini sangat agung dan membutuhkan rasa syukur. Salah satu bentuk syukur terbesar adalah menjaganya agar tidak ternodai atau rusak. Maka wajib bagi seorang muslim untuk berhati-hati dari hal-hal yang dapat merusak akidahnya. Di antara perkara terbesar yang merusak akidah adalah sebagai berikut:
1. Syirik
Yang dimaksud adalah syirik besar yang mengeluarkan seseorang dari Islam, dan tidak diampuni bagi orang yang mati di atasnya. Yaitu menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah, rububiyah, atau dalam nama dan sifat-Nya.
Allah berfirman:
(إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ…)
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki…”
Dan firman-Nya:
(لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ…)
“Jika engkau berbuat syirik, niscaya amalmu akan terhapus dan engkau termasuk orang-orang yang rugi.”
Termasuk syirik adalah menyembelih dan bernazar untuk selain Allah, karena itu adalah ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada-Nya.
2. Menjadikan Perantara antara dirinya dengan Allah
Yaitu berdoa kepada mereka, meminta syafaat, dan bertawakal kepada mereka. Ini adalah kekufuran menurut kesepakatan ulama.
3. Tidak mengkafirkan orang musyrik atau ragu terhadap kekafiran mereka
Karena hal itu berarti meragukan kebenaran Islam.
4. Meyakini bahwa petunjuk selain Nabi lebih sempurna
Atau hukum selain syariat lebih baik, seperti mendahulukan hukum buatan manusia daripada syariat Islam. Ini termasuk kekufuran.
5. Membenci sesuatu dari ajaran Rasul ﷺ
Walaupun dia tetap mengamalkannya, maka ia telah kafir, karena tidak menerima apa yang dibawa oleh Rasul.
6. Mengolok-olok agama
Baik terhadap ajaran agama, pahala, atau azabnya. Allah telah mengkafirkan orang yang melakukan hal ini meskipun mereka sebelumnya beriman.
Allah berfirman:
(قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ…)
“Katakanlah: Apakah kepada Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian memperolok-olok? Janganlah kalian minta maaf, sungguh kalian telah kafir setelah beriman.”
7. Sihir
Sihir adalah kekufuran. Ia dapat mempengaruhi hati dan tubuh, bahkan memisahkan antara suami dan istri.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan…” di antaranya adalah syirik dan sihir.
Termasuk sihir adalah ilmu nujum (ramalan bintang) yang digunakan untuk mengetahui kejadian di bumi.
8. Membantu orang musyrik melawan kaum muslimin
Ini termasuk bentuk loyalitas (tawalli) yang mengeluarkan dari Islam.
9. Meyakini bahwa seseorang boleh keluar dari syariat Nabi Muhammad ﷺ
Sebagaimana ada yang mengklaim wali boleh keluar dari syariat. Ini adalah kekufuran, karena Islam adalah agama terakhir yang menghapus semua syariat sebelumnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi atau Nasrani, mendengar tentangku lalu tidak beriman kepadaku, kecuali ia masuk neraka.”
10. Berpaling dari agama Allah secara total
Tidak mau mempelajari dan tidak mau mengamalkannya sama sekali, maka ia kafir.
Penutup:
Seorang muslim wajib menjaga tauhidnya dengan sungguh-sungguh, menjauhi segala bentuk syirik dan sebab-sebabnya, serta berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Karena keselamatan dunia dan akhirat hanya dengan tauhid yang benar.
