Sebagian manusia disibukkan dengan mencari rezeki, bahkan ada yang berlebihan dalam menempuh berbagai sebab, baik yang halal maupun yang tidak halal. Mereka pun menjadi lalai dari tujuan utama penciptaan mereka. Allah ﷻ berfirman:
﴿وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ﴾ (Adz-Dzāriyāt: 56)
Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
Beribadah kepada Allah juga bisa terwujud dalam mencari rezeki, selama sebab yang ditempuh adalah halal dan cara yang digunakan dibenarkan.
Allah ﷻ berfirman:
﴿فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ﴾ (Al-Mulk: 15)
Artinya: “Maka berjalanlah di segala penjuru bumi dan makanlah dari rezeki-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu akan dibangkitkan.”
Dan firman-Nya:
﴿فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ﴾
Artinya: “Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
“اللهم لا مانع لما أعطيت ولا معطي لما منعت” (HR. Muslim)
Artinya: “Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tahan.”
Allah سبحانه وتعالى telah menjamin rezeki manusia, dan menjadikan sebab-sebab untuk memperolehnya. Kewajiban manusia hanyalah menempuh sebab-sebab tersebut, tanpa menjadikan hatinya gelisah atau bergantung padanya. Jangan mengira bahwa usaha itulah sumber rezeki, karena usaha hanyalah sebab, sedangkan rezeki berasal dari Allah.
Jika rezeki terasa lambat, maka tenangkanlah hati, karena manusia tidak mengetahui di mana rezekinya, sementara rezeki mengetahui alamat manusia dan akan datang kepadanya.
Allah ﷻ berfirman:
﴿وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ * فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ﴾ (Adz-Dzāriyāt: 22–23)
Artinya: “Dan di langit terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh itu benar, sebagaimana kamu dapat berbicara.”
Diriwayatkan bahwa seorang Arab Badui ketika mendengar ayat ini berkata: “Subhanallah! Siapakah yang membuat Tuhan Yang Maha Agung murka hingga Dia bersumpah?”
Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
“Kami sering mendapati orang yang mencari akhirat lalu dunia datang kepadanya. Namun kami tidak mendapati orang yang hanya mencari dunia lalu mendapatkan akhirat.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
“لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت”
Artinya: “Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan tetap mengejarnya sebagaimana kematian mengejarnya.”
Jika manusia memahami hakikat ini, maka jiwanya akan tenang, hatinya tenteram, dan hidupnya tidak akan dihabiskan dalam penyesalan terhadap dunia yang luput darinya. Jika ia diberi setelah berusaha, ia bersyukur. Jika tidak, ia tetap memuji Allah dan bersabar.
🌿 Sebab-Sebab yang Mendatangkan Rezeki
Berikut beberapa sebab yang dibenarkan syariat dalam mendatangkan rezeki:
1. Merealisasikan tauhid
﴿وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا…﴾ (Al-A‘rāf: 96)
Artinya: “Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi…”
2. Menjaga salat dan memerintahkan keluarga
﴿وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ… لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ﴾ (Thāhā: 132)
Artinya: “Perintahkan keluargamu untuk salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu.”
3. Bertakwa kepada Allah
﴿وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ﴾ (Ath-Thalāq: 2–3)
Artinya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
4. Memperbanyak istighfar
﴿فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ…﴾ (Nūh: 10–12)
Artinya: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu… niscaya Dia akan menurunkan hujan lebat dan memperbanyak harta serta anak-anak bagimu…”
5. Bertawakal kepada Allah
﴿وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ﴾ (Ath-Thalāq: 3)
Dan sabda Nabi ﷺ:
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian diberi rezeki seperti burung; pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)
6. Menyambung silaturahmi
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari)
7. Bersedekah
﴿وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ﴾ (Saba’: 39)
Artinya: “Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.”
8. Mengiringi haji dan umrah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Iringilah antara haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa…” (HR. Tirmidzi)
9. Menikah
﴿إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ﴾ (An-Nūr: 32)
Artinya: “Jika mereka miskin, Allah akan memberi kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya.”
10. Berdoa
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan… dari lilitan utang dan tekanan manusia.”
(HR. Abu Dawud)
