Segala puji hanya milik Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi setelah beliau. Amma ba‘du.
Sudah tertanam dalam jiwa setiap muslim dan muslimah bahwa shalat adalah salah satu ibadah terbesar dan pendekatan diri yang paling mulia kepada Allah. Shalat memiliki buah dan manfaat yang tak terhitung banyaknya. Ia adalah sebaik-baik ketaatan bagi pelakunya, dan pahala terbesar yang disimpan seorang hamba untuk akhiratnya.
Namun kenyataannya, masih banyak kekurangan yang tampak dalam pelaksanaan shalat. Ada yang meninggalkannya sama sekali, dan ada pula yang mengerjakannya tetapi tidak sebagaimana yang diperintahkan Allah, sehingga ia tidak merasakan manisnya shalat dan tidak mendapatkan pengaruh besar dari shalat tersebut dalam hidupnya.
Dalam tulisan ini, yang ingin dibahas adalah sisi kedua: yaitu tidak menunaikan shalat dengan sempurna. Di sini akan disebutkan beberapa hal yang —insya Allah— membantu seseorang merasakan manisnya shalat, sehingga ia dapat menikmati buah dan pengaruhnya.
Di antara hal paling penting yang membantu seseorang mencapai hakikat shalat dan menjadikannya penyejuk mata di dunia adalah:
menempatkan shalat pada kedudukannya yang agung dan mengenal nilainya yang besar.
Wahai saudaraku yang sedang shalat, wahai saudariku yang menjaga shalat…
Pandanglah shalat sebagai kewajiban agung yang tidak ada amalan lebih utama untuk mendekatkan diri kepada Allah selain darinya. Shalat adalah rahmat dari Allah, hadiah dan karunia yang tidak bisa ditukar dengan seluruh harta dunia.
Allah mewajibkannya bukan untuk memberatkan hamba-Nya, tetapi agar mereka memetik buahnya di dunia. Adapun di akhirat, cukuplah bagi orang yang khusyuk dalam shalat bahwa ia akan mencapai Firdaus tertinggi milik Rabb-nya. Betapa indah kehidupan para ahli shalat di sana.
Shalat —wahai orang yang shalat— menghimpun berbagai bentuk penghambaan yang agung:
- penghambaan berupa kerendahan dan ketundukan di hadapan Raja Yang Maha Mengetahui,
- adab lahiriah dalam pandangan mata dan tenangnya anggota badan,
- juga ibadah lisan paling mulia berupa bacaan Al-Qur’an dan dzikir-dzikir yang penuh pengagungan, tasbih, penyucian, pujian, dan penghambaan kepada Allah Yang Mahatinggi.
Shalat juga menghimpun dua jenis doa:
- doa ibadah,
- dan doa permintaan.
Dengan doa ibadah, seorang hamba meraih kemuliaan penghambaan kepada Allah. Dan dengan doa permintaan, kebutuhan terpenuhi dan cita-cita dikabulkan.
Kenikmatan shalat akan dirasakan ketika seseorang menghadirkan makna-makna ini dalam hatinya; bahwa shalat adalah ibadah yang berbeda dari ibadah lainnya, pertemuan yang tidak seperti pertemuan lain, dan saat-saat penuh keberkahan yang tidak tertandingi dalam hidup seorang hamba.
Wahai orang yang shalat…
Jika engkau bersiap untuk shalat dan mulai bersuci, yakinlah bahwa engkau akan berdiri dalam sebuah kedudukan yang agung, mulia, dan penuh kewibawaan; sebuah ibadah yang Allah ridai untuk hamba-hamba-Nya hingga Dia mewajibkannya lima kali dalam sehari semalam.
Shalat telah Allah jadikan dalam seluruh syariat para nabi. Ia adalah ibadah para nabi dan umat sebelum kita.
Allah berfirman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam:
﴿ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي ﴾
“Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.”
(QS. Thaha: 14)
Kaum Nabi Syu‘aib juga berkata kepada beliau:
﴿ أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ ﴾
“Apakah shalatmu yang menyuruhmu…?”
(QS. Hud: 87)
Ini menunjukkan betapa agung kedudukan shalat pada seluruh umat.
Kapan engkau akan menyempurnakan shalatmu?
Engkau akan menyempurnakan shalatmu ketika menghadirkan dalam hati nilai dan keagungan shalat, memahami kedudukannya dan pengaruhnya, lalu bersungguh-sungguh memperbaikinya serta mendatanginya dengan hati gembira, penuh penghormatan kepada shalat dan kepada Allah yang mensyariatkannya.
Engkau akan menyempurnakan shalatmu ketika mengetahui besarnya pahala dan keutamaannya. Banyak sekali dalil tentang kemuliaan shalat. Saat itulah engkau akan melaksanakannya dengan dada lapang, jiwa yang tenang, dan kebahagiaan yang mendalam.
Shalat yang Allah inginkan dari kita adalah shalat yang hadir hati di dalamnya, khusyuk jiwa dan anggota badannya; shalat seorang mukmin yang mencintainya, mengetahui kedudukannya di sisi Allah, dan bersegera menuju kepadanya.
Di antara hal terbesar yang membantu meraih semua itu adalah:
beradab ketika berdiri untuk shalat.
Karena engkau akan berdiri di hadapan Raja segala raja, Pencipta alam semesta, Yang Maha Mengetahui lagi Mahatinggi. Demi Allah, itu adalah kemuliaan besar seandainya kita benar-benar menyadarinya.
Ketika engkau bertakbir, hadirkanlah kebesaran dan keagungan Allah. Sadari bahwa seluruh alam atas dan bawah berada di bawah perintah dan kekuasaan-Nya. Jangan biarkan bisikan jiwa menguasaimu saat engkau sedang berdiri di hadapan-Nya.
Di antara hal penting yang membantu menikmati dan menyempurnakan shalat adalah:
tenang dalam melaksanakannya, perlahan membaca dzikir dan ayat-ayatnya, serta menghadirkan adab dan keindahan gerakan shalat.
Saat engkau berdiri dalam shalat, hadirkan adabmu di hadapan Allah:
khusyuk,
tunduk,
anggota badanmu tenang,
hatimu penuh adab,
pandangan dan pendengaranmu dipenuhi rasa hina di hadapan-Nya.
Ketika membaca doa istiftah, Al-Fatihah, dan ayat-ayat setelahnya, bacalah dengan hati yang hadir dan jiwa yang merenung. Jangan terburu-buru. Jangan cepat-cepat dalam tilawah. Berhentilah sejenak pada setiap ayat dan renungkan maknanya.
Demi Allah, bila engkau melakukannya, engkau akan menemukan kelezatan, ketenangan, dan kebahagiaan yang luar biasa.
Jangan jadikan tujuanmu hanya cepat sampai akhir surat. Membaca sedikit ayat dengan tadabbur dan kehadiran hati lebih baik daripada membaca surat panjang tanpa renungan. Karena tujuan utama shalat adalah memperbaiki hati, dan itu diraih dengan tadabbur terhadap ayat-ayat Allah.
Ketika engkau rukuk, hadirkan makna agung dari rukuk itu:
ia menunjukkan pengagunganmu kepada Allah.
Sebagian salaf bahkan memperpanjang rukuk mereka karena merasakan nikmat yang besar di dalamnya.
Hadirkan keagungan Allah saat mengucapkan:
«سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ»
“Mahasuci Rabbku Yang Mahaagung.”
Hadirkan kebesaran-Nya saat membaca:
«سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ»
“Mahasuci lagi Mahabersih, Rabb para malaikat dan Ruh (Jibril).”
Dan hadirkan kekuasaan-Nya saat berdoa:
«اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ، خَشَعَ لَكَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَمُخِّي وَعِظَامِي وَعَصَبِي»
“Ya Allah, kepada-Mu aku rukuk, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku berserah diri. Tunduk kepada-Mu pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulang-belulangku, dan urat sarafku.”
Ketika bangkit dari rukuk sambil mengucapkan:
«سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ»
Pahamilah bahwa maknanya:
“Allah mengabulkan pujian dan doa orang yang memuji-Nya.”
Maka hadirkan harapan agar Allah menerima doa dan ibadahmu.
Kemudian ketika engkau sujud…
Seluruh tubuhmu tunduk, wajahmu menempel di tanah sebagai bentuk penghambaan kepada Allah.
Orang yang benar-benar hadir hatinya dalam sujud akan merasakan kelezatan, kedekatan, dan nikmat bermunajat yang membuatnya seakan tidak ingin mengangkat kepalanya dari tanah.
Karena ia yakin:
dengan sujud itulah derajatnya diangkat,
dan dengan kerendahan itulah kemuliaannya ditinggikan.
Ingatlah bahwa sujud adalah salah satu tempat paling mustajab untuk berdoa. Maka bersungguh-sungguhlah berdoa dengan hati yang hadir dan keyakinan yang penuh.
Betapa banyak doa dikabulkan ketika seseorang masih bersujud…
Betapa banyak kesedihan dan kesempitan diangkat sebelum seorang hamba bangkit berdiri kembali…
Ketika duduk di antara dua sujud, duduklah seperti seorang hamba yang penuh adab kepada Rabb-nya, merasa sangat membutuhkan ampunan, rahmat, rezeki, petunjuk, dan pertolongan-Nya.
Saat membaca:
«رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَسَدِّدْنِي وَاجْبُرْنِي»
hadirkan kebutuhanmu yang besar kepada Allah.
Dan ketika duduk di tasyahud akhir, yakinlah bahwa Allah telah mengumpulkan dalam momen itu doa-doa yang mulia:
pujian kepada-Nya,
pengakuan tauhid,
shalawat kepada Nabi ﷺ,
dan tempat mustajab untuk berdoa.
Maka hadirkan hatimu,
hadirkan rasa butuhmu kepada Allah,
dan sadari besarnya karunia Allah yang telah memberimu taufik untuk berdiri dalam shalat.
Betapa agung rukun-rukun shalat…
Betapa tinggi kedudukannya…
Maka nikmatilah shalatmu,
rasakan keindahan dan pengaruhnya.
Ya Allah, jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh. Karuniakan kepada kami shalatnya para awwabin, dan jadikan tempat kembali kami di surga Firdaus bersama orang-orang yang khusyuk.
