Pertanyaan:
Saya pernah membayarkan sejumlah uang atas nama ayah saya yang telah meninggal. Saya ingin memberikan manfaat kepada ayah saya setelah beliau wafat. Apakah ada amalan lain yang dapat saya lakukan selain memberi makan, khususnya pada bulan Ramadan?
Jawaban:
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah ﷺ. Amma ba‘du:
Bersedekah atas nama orang yang telah meninggal bermanfaat baginya dan pahala sedekah tersebut sampai kepadanya, berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.
Imam Muslim (no. 1630) meriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa seseorang berkata kepada Nabi ﷺ:
إِنَّ أَبِي مَاتَ وَتَرَكَ مَالًا وَلَمْ يُوصِ، فَهَلْ يُكَفِّرُ عَنْهُ أَنْ أَتَصَدَّقَ عَنْهُ؟ قَالَ: نَعَمْ
“Sesungguhnya ayahku telah meninggal dunia dan meninggalkan harta, tetapi ia tidak berwasiat. Apakah jika aku bersedekah atas namanya, hal itu dapat menjadi penebus baginya?” Beliau ﷺ menjawab, “Ya.”
Imam Muslim juga meriwayatkan (no. 1004) dari ‘Aisyah رضي الله عنها bahwa seseorang berkata kepada Nabi ﷺ:
إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا، وَإِنِّي أَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَلِي أَجْرٌ أَنْ أَتَصَدَّقَ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ
“Sesungguhnya ibuku meninggal secara tiba-tiba. Aku menduga, seandainya ia masih dapat berbicara, niscaya ia akan bersedekah. Apakah aku mendapatkan pahala jika aku bersedekah atas namanya?” Beliau ﷺ menjawab, “Ya.”
Imam an-Nawawi رحمه الله berkata:
وَفِي هَذَا الْحَدِيث جَوَاز الصَّدَقَة عَنْ الْمَيِّت وَاسْتِحْبَابهَا، وَأَنَّ ثَوَابَهَا يَصِلهُ وَيَنْفَعُهُ، وَيَنْفَعُ الْمُتَصَدِّق أَيْضًا، وَهَذَا كُلّه أَجْمَعَ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ.
“Dalam hadis ini terdapat dalil tentang bolehnya bersedekah atas nama orang yang telah meninggal dan dianjurkannya hal tersebut. Pahala sedekah itu sampai kepadanya dan memberikan manfaat kepadanya, serta memberikan manfaat pula kepada orang yang bersedekah. Mengenai hal ini, kaum muslimin telah bersepakat.”
Memberi makan termasuk amal kebajikan yang sangat dianjurkan oleh Nabi ﷺ, terlebih lagi memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang sedang berpuasa.
Selain itu, di antara amalan terbaik yang dapat Anda lakukan untuk memberikan manfaat kepada ayah dan sebagai bentuk bakti kepadanya adalah memperbanyak doa untuknya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
HR. Muslim no. 1631.
Oleh karena itu, hendaknya Anda memperbanyak doa untuk ayah Anda, baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Mohonlah kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosanya, merahmatinya, memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari api neraka.
Janganlah Anda merasa bahwa hubungan dengan orang tua berakhir ketika mereka meninggal dunia. Pintu-pintu kebaikan untuk mereka masih terbuka melalui doa, sedekah, dan amal-amal kebaikan yang disyariatkan.
Semoga Allah mengampuni ayah Anda, merahmatinya, melapangkan kuburnya, meninggikan derajatnya di sisi-Nya, dan menjadikan Anda sebagai anak saleh yang terus menjadi sebab mengalirnya kebaikan bagi beliau.
Wallāhu a‘lam.
