Siapa yang Berpaling dari Dalil, Niscaya Tersesat dari Jalan yang Benar

Setiap hari dan malam, kita wajib memohon kepada Allah sebanyak tujuh belas kali dengan membaca:

﴿ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴾

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Sebab, salat tidak sah tanpa membaca ayat tersebut.

Lantas, bagaimana kita dapat memperoleh petunjuk menuju jalan yang lurus? Yaitu dengan memahami ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan demikian, agama itu berlandaskan firman Allah dan sabda Rasul-Nya ﷺ, bukan bersumber dari mimpi, pengalaman pribadi, ataupun penglihatan dalam tidur.

Tidak ada satu pun amal yang akan diterima dari kita kecuali dengan memenuhi dua syarat: ikhlas dan mengikuti Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, siapa pun yang mengada-adakan perkara baru dalam agama atau melakukan suatu amalan baru, amal tersebut tidak akan diterima sampai ia mendatangkan dalil yang mendasarinya.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا ﴾

“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan, padahal sesungguhnya persangkaan itu sedikit pun tidak berguna untuk mencapai kebenaran.” (QS. an-Najm: 28)

Maksudnya, mereka hanya mengikuti perkataan yang buruk tersebut, yaitu persangkaan yang tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun dalam mencapai kebenaran. Sebab, kebenaran harus didasarkan pada keyakinan yang diperoleh melalui dalil-dalil yang pasti dan bukti-bukti yang kuat.

Lantas, mengapa manusia justru menyibukkan diri dengan berbagai persangkaan dan khayalan, padahal di hadapan mereka telah tersedia Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya ﷺ?!

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ أَفَمَن يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّن يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴾

“Apakah orang yang berjalan dengan wajah tertelungkup lebih mendapat petunjuk, ataukah orang yang berjalan tegak di atas jalan yang lurus?” (QS. al-Mulk: 22)

Syaikh as-Sa‘di رحمه الله berkata dalam tafsirnya:

“Artinya, siapakah di antara kedua orang ini yang lebih mendapat petunjuk? Apakah orang yang tersesat dalam kesesatan dan tenggelam dalam kekufuran, hingga hatinya terbalik sehingga kebenaran tampak baginya sebagai kebatilan dan kebatilan tampak sebagai kebenaran? Ataukah orang yang mengetahui kebenaran, mengutamakannya, mengamalkannya, dan berjalan di atas jalan yang lurus dalam perkataan, perbuatan, serta seluruh keadaannya?

Dengan sekadar memperhatikan keadaan kedua orang ini, akan tampak jelas perbedaan di antara keduanya, serta siapa yang mendapat petunjuk dan siapa yang tersesat. Sebab, keadaan nyata seseorang merupakan saksi yang lebih kuat daripada sekadar perkataannya.”

Allah Ta‘ala juga berfirman:

﴿ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ﴾

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah?” (QS. al-Qashash: 50)

Seandainya tidak berlandaskan ilmu, amal seseorang tidak akan diterima. Ilmulah yang menjadi petunjuk bagi keikhlasan dan menjadi petunjuk bagi ittiba‘ (mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ).

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ﴾

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Ma’idah: 27)

Dengan demikian, orang yang beramal tanpa ilmu ibarat seseorang yang menempuh perjalanan tanpa petunjuk jalan.

Setiap muslim harus mengenal agamanya. Ia harus mengetahui siapa Rabb-nya, siapa Nabinya, dan apa kitab sucinya, kemudian mengimaninya dengan keimanan yang sesungguhnya, yang dibangun di atas ilmu dan diwujudkan dalam amal.

Risalah berasal dari Allah, tugas Rasul adalah menyampaikannya, dan kewajiban kita adalah tunduk serta berserah diri.

Perkataan Ibnul Qayyim رحمه الله

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

“Siapa yang mengarahkanmu kepada selain ‘telah mengabarkan kepada kami’ dan ‘telah menceritakan kepada kami’, sungguh ia telah mengarahkanmu kepada salah satu dari tiga hal: khayalan kaum sufi, analogi filosofis, atau pendapat pribadi.

Maka, setelah Al-Qur’an serta riwayat-riwayat ‘telah mengabarkan kepada kami’ dan ‘telah menceritakan kepada kami’, tidak ada lagi selain berbagai kerancuan kaum ahli kalam, pendapat orang-orang yang menyimpang, khayalan kaum sufi, dan analogi para filosof.

Siapa yang berpaling dari dalil, niscaya ia tersesat dari jalan yang lurus. Tidak ada petunjuk menuju Allah dan surga selain Al-Qur’an dan Sunnah. Setiap jalan yang tidak disertai dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah merupakan jalan menuju neraka dan jalan setan yang terkutuk.”

Al-Hasan رحمه الله berkata:

“Orang yang beramal tanpa ilmu ibarat orang yang menempuh jalan tanpa arah. Orang yang beramal tanpa ilmu akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki. Oleh karena itu, tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan sampai kalian merugikan ibadah.”

Demikianlah, seluruh ajaran Islam terdiri atas berbagai persoalan yang masing-masing memiliki dalil.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:

“Setiap orang harus dicari dalil yang mendukung perkataannya, bukan perkataannya yang dijadikan dalil, kecuali Allah dan Rasul-Nya. Perkataan Allah dan Rasul-Nya itulah yang dijadikan dalil, karena perkataan keduanya merupakan dalil itu sendiri.”

Artinya, siapa pun yang berbicara, siapa pun orangnya, perkataannya harus ditimbang dengan dalil. Jika perkataannya didukung oleh dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah, maka perkataan itu diterima. Namun, jika tidak memiliki dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah, maka perkataan tersebut ditolak.

Demikianlah metode yang ditempuh oleh generasi salaf. Inilah jalan seluruh Ahlus Sunnah wal Jamaah: mereka tidak menyebutkan suatu persoalan agama kecuali dengan dalil.

Sebagai contoh, kitab Al-Ushul ats-Tsalatsah karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab رحمه الله. Dalam kitab tersebut, beliau menyebutkan berbagai persoalan, kemudian mengatakan, “Dalilnya adalah …” Maksudnya, beliau menyebutkan dalil bagi persoalan tersebut dari Al-Qur’an dan Sunnah.

Wallahu a‘lam. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga beliau, dan seluruh sahabat beliau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *