Jawaban
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:
“Pada hari Kiamat nanti, manusia akan terbagi menjadi tiga golongan:
Golongan pertama
Mereka yang timbangan kebaikannya lebih berat daripada keburukannya.
Mereka tidak akan diazab, dan langsung masuk ke dalam surga.
Golongan kedua
Mereka yang timbangan keburukannya lebih berat daripada kebaikannya.
Mereka berhak mendapatkan azab sesuai kadar dosa-dosanya, kemudian setelah itu Allah menyelamatkan mereka dan memasukkan mereka ke dalam surga.
Golongan ketiga
Mereka yang timbangan kebaikan dan keburukannya sama berat.
Mereka inilah yang disebut Ashabul A’raf (penghuni Al-A’raf).
Mereka bukan termasuk penghuni surga dan bukan pula penghuni neraka, melainkan berada di suatu tempat yang tinggi sebagai pemisah (barzakh) antara keduanya.
Dari tempat itu mereka dapat melihat neraka dan juga melihat surga.
Mereka akan tetap berada di sana selama waktu yang Allah kehendaki. Namun pada akhirnya mereka akan dimasukkan ke dalam surga.
Hal ini merupakan bentuk kesempurnaan keadilan Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena Allah memberikan kepada setiap manusia apa yang memang layak baginya.
- Barang siapa yang timbangan kebaikannya lebih berat, maka ia termasuk penghuni surga.
- Barang siapa yang timbangan keburukannya lebih berat, maka ia akan diazab di neraka selama Allah menghendaki.
- Adapun orang yang timbangan kebaikan dan keburukannya sama, maka mereka menjadi penghuni Al-A’raf.
Akan tetapi, Al-A’raf bukanlah tempat tinggal yang kekal.
Tempat menetap yang abadi hanyalah salah satu dari dua tempat:
- Surga, atau
- Neraka.
Semoga Allah menjadikan saya dan kalian semua termasuk penghuni surga.”
Selesai.
Sumber: Liqā’āt al-Bāb al-Maftūḥ (1/408).
Catatan
Perlu diperhatikan bahwa tidak terdapat dalil sahih yang menyebutkan bahwa penghuni Al-A’raf tinggal di sana selama “beberapa tahun”. Yang benar adalah sebagaimana penjelasan para ulama berdasarkan dalil Al-Qur’an, yaitu mereka tinggal di Al-A’raf selama waktu yang Allah kehendaki, kemudian pada akhirnya Allah memasukkan mereka ke dalam surga.
