Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴾

“Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran: 133)

1. Anjuran dan motivasi untuk segera meraih ampunan Allah عز وجل dan surga-Nya.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta‘ala:

﴿ وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ ﴾

“Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”

Ayat-ayat tersebut menunjukkan betapa pentingnya seorang hamba bersegera meraih ampunan Allah dan surga-Nya.

2. Kehidupan dunia adalah arena untuk berlomba, bersaing, dan bersegera dalam meraih ampunan Allah Ta‘ala serta surga-Nya. Lantas, di manakah orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam mengejar kebaikan?

Telah disebutkan dalam hadis sahih bahwa Rasulullah ﷺ mendorong para sahabat untuk bersedekah. Kemudian Umar رضي الله عنه datang dengan membawa setengah dari hartanya. Ia berkata, “Hari ini aku akan mendahului Abu Bakar, jika memang aku mampu mendahuluinya.”

Lalu Abu Bakar رضي الله عنه datang dengan membawa seluruh hartanya.

Rasulullah ﷺ bertanya kepada Umar, “Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?”

Umar menjawab, “Aku meninggalkan untuk mereka harta yang semisal dengan apa yang aku bawa.”

Kemudian Rasulullah ﷺ bertanya kepada Abu Bakar, “Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?”

Abu Bakar menjawab, “Aku meninggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya.”

Umar رضي الله عنه berkata, “Sejak saat itu, aku mengetahui bahwa aku tidak akan mampu mendahului Abu Bakar dalam kebaikan untuk selama-lamanya.”

Diriwayatkan pula dari Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله bahwa beliau berkata:

«إِذَا رَأَيْتُ الرَّجُلَ يُنَافِسُكَ فِي الدُّنْيَا، فَنَافِسْهُ فِي الْآخِرَةِ»

“Apabila engkau melihat seseorang berlomba-lomba denganmu dalam urusan dunia, maka berlombalah dengannya dalam urusan akhirat.”

Demi meraih tujuan yang agung ini, jiwa-jiwa para mujahid telah dikorbankan. Para ulama rabbani menghabiskan umur mereka untuk mengabdi kepada Al-Qur’an, As-Sunnah, dan syariat yang terang. Orang-orang yang gemar berbuat kebaikan menginfakkan harta mereka, sedangkan para ahli ibadah menghabiskan malam-malam mereka dengan berjaga demi meraih tujuan tersebut.

3. Perhatian dan kasih sayang Allah عز وجل kepada orang-orang beriman.

Hal ini terlihat dari perintah Allah kepada mereka agar bersegera meraih ampunan dan surga-Nya.

4. Penetapan sifat maghfirah (ampunan) bagi Allah عز وجل, yang sangat agung dan luas.

Hal ini berdasarkan firman-Nya:

﴿ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ ﴾

“Menuju ampunan dari Tuhanmu.”

Penggunaan kata maghfirah dalam bentuk nakirah (indefinitif), serta penyandaran ampunan itu kepada Allah عز وجل, menunjukkan keagungan dan luasnya ampunan tersebut.

5. Penetapan rububiyah khusus Allah عز وجل terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman.

Hal ini berdasarkan firman-Nya:

﴿ مِنْ رَبِّكُمْ ﴾

“Dari Tuhanmu.”

Ayat ini menunjukkan perhatian khusus Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman.

6. Luas dan agungnya surga.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta‘ala:

﴿ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ ﴾

“Dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”

Surga memiliki keluasan dan keagungan yang luar biasa. Surga itu merupakan karunia dari Allah عز وجل dan berada di sisi-Nya.

7. Membersihkan diri dari keburukan harus didahulukan sebelum menghiasi diri dengan kebaikan. Menghilangkan sesuatu yang ditakuti lebih didahulukan daripada memperoleh sesuatu yang diharapkan.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta‘ala:

﴿ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ ﴾

“Menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga.”

Dalam ayat ini, Allah mendahulukan penyebutan maghfirah (ampunan), karena ampunan berkaitan dengan penghapusan dosa dan hilangnya sesuatu yang ditakuti. Setelah itu, Allah menyebutkan surga, yaitu tempat diperolehnya sesuatu yang diharapkan.

Hal serupa juga disebutkan dalam firman-Nya:

﴿ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ﴾

“Balasan bagi mereka adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

8. Keutamaan takwa, anjuran untuk memilikinya, serta kabar gembira bagi orang-orang yang bertakwa.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta‘ala:

﴿ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴾

“Yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”

Ayat ini menunjukkan keutamaan takwa sekaligus memberikan kabar gembira bahwa surga disediakan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah.

9. Surga telah ada sekarang dan telah disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta‘ala:

﴿ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴾

“Yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”

Penggunaan kata u‘iddat (telah disediakan) menunjukkan bahwa surga telah dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *