1. Allah Ta‘ala Bersumpah Dengannya
Apabila Allah bersumpah dengan sesuatu, maka itu menunjukkan besarnya kedudukan dan keutamaannya. Sebab, Dzat Yang Maha Agung tidaklah bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ﴾
“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2)
Yang dimaksud dengan “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Inilah pendapat mayoritas ulama tafsir dari kalangan salaf dan khalaf. Ismail bin Umar Ibn Kathir berkata dalam tafsirnya: “Dan inilah pendapat yang benar.”
2. Termasuk “Hari-Hari yang Diketahui” untuk Berdzikir kepada Allah
Allah mensyariatkan dzikir pada hari-hari tersebut.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ﴾
“Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah berikan kepada mereka berupa hewan ternak.”
(QS. Al-Hajj: 28)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa “hari-hari yang diketahui” adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah, di antaranya Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Abbas.
3. Rasulullah ﷺ Menyebutnya Sebagai Hari Terbaik di Dunia
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
«فَضْلُ أَيَّامِ الدُّنْيَا أَيَّامُ الْعَشْرِ»
قِيلَ: وَلَا مِثْلُهُنَّ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟
قَالَ:
«وَلَا مِثْلُهُنَّ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ عَفَّرَ وَجْهَهُ بِالتُّرَابِ»
Artinya:
“Hari-hari yang paling utama di dunia adalah sepuluh hari (pertama Dzulhijjah).”
Ditanya: “Tidak juga seperti jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab: “Tidak juga seperti jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang wajahnya berlumur tanah (gugur syahid).”
- Riwayat Musnad al-Bazzar
- Riwayat Sahih Ibn Hibban
- Dishahihkan oleh Muhammad Nashiruddin al-Albani
4. Di Dalamnya Ada Hari Arafah
Hari Arafah adalah hari yang sangat agung:
- Hari pengampunan dosa,
- Hari pembebasan dari api neraka,
- Hari wukuf dalam ibadah haji.
Bahkan seandainya dalam sepuluh hari Dzulhijjah hanya ada hari Arafah saja, itu sudah cukup menunjukkan besarnya keutamaan hari-hari tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda tentang puasa Arafah:
«صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ»
Artinya:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”
- Riwayat Sahih Muslim
5. Di Dalamnya Ada Hari Nahr (Idul Adha)
Hari Nahr adalah hari penyembelihan kurban, yaitu tanggal 10 Dzulhijjah. Sebagian ulama menyebutnya sebagai hari terbaik dalam setahun.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ»
Artinya:
“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr, kemudian hari Al-Qarr.”
- Riwayat Sunan Abi Dawud
- Riwayat Sunan an-Nasa’i
- Dishahihkan oleh Muhammad Nashiruddin al-Albani
6. Berkumpulnya Pokok-Pokok Ibadah di Dalamnya
Pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah berkumpul berbagai ibadah besar yang tidak berkumpul pada waktu lain:
- shalat,
- puasa,
- sedekah,
- haji,
- dzikir,
- kurban.
Ahmad bin Ali Ibn Hajar al-Asqalani berkata dalam Fathul Bari:
“Yang tampak menjadi sebab keistimewaan sepuluh hari Dzulhijjah adalah karena berkumpulnya induk-induk ibadah di dalamnya, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji. Hal ini tidak terdapat pada waktu lainnya.”
