Pertanyaan

Seseorang telah dikaruniai beberapa anak, namun ia belum mengaqiqahi mereka hingga usia mereka telah melewati empat tahun. Apakah ia masih boleh mengaqiqahi mereka setelah usia tersebut? Jika boleh, apakah aqiqah itu boleh disembelih di luar negeri atau daerah tempat anak-anak itu dilahirkan? Sebab di daerah tempat tinggal mereka tidak ada fakir miskin yang membutuhkan daging, sedangkan di sebuah desa yang jauh dari tempat kelahiran mereka terdapat orang-orang yang berhak menerima sedekah.

Jawaban

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah ﷺ. Amma ba’du:

Tidak mengapa seseorang mengaqiqahi anak-anaknya meskipun usia mereka telah melewati empat tahun. Memang yang lebih utama dan lebih baik adalah segera melaksanakan aqiqah pada waktu yang dianjurkan. Namun apabila pelaksanaannya tertunda, maka hal itu tidak mengapa. Ia boleh menyembelih aqiqah tersebut kapan saja Allah memberikan kemudahan kepadanya.

Adapun mengenai tempat penyembelihan, maka syariat tidak menetapkan adanya tempat tertentu untuk menyembelih aqiqah. Oleh karena itu, aqiqah boleh disembelih di negeri atau daerah tempat anak tersebut dilahirkan, dan juga boleh disembelih di daerah atau negeri lain. Sebab aqiqah merupakan suatu bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah yang tidak terikat oleh tempat tertentu.

Sedangkan mengenai daging aqiqah, maka hukumnya sama seperti daging kurban (udhiyah). Disunnahkan bagi orang yang beraqiqah untuk:

memakan sebagian dagingnya,
menyedekahkan sebagian kepada fakir miskin,
dan menghadiahkan sebagian lagi kepada kerabat, tetangga, maupun sahabat.

Dengan demikian, tidak disyaratkan seluruh daging aqiqah diberikan kepada fakir miskin. Yang dianjurkan adalah menggabungkan antara memakannya sendiri, bersedekah, dan memberikan hadiah kepada orang lain.

Selesai.

Sumber: Majmū’ Fatāwā Syaikh Ṣāliḥ al-Fauzān (2/572).

Wallāhu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *