Wahai orang-orang yang kucintai, sesungguhnya Allah ﷻ menguji hamba-hamba-Nya yang beriman agar tampak apa yang ada dalam hati mereka berupa kebaikan, untuk meninggikan derajat mereka, dan menghapus dosa-dosa mereka.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ۝ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ…﴾
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan: ‘Kami beriman,’ sementara mereka tidak diuji? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka…”

Ketika musibah menimpa seorang muslim, seakan-akan ia berada di tengah pusaran ujian: tekanan, makar musuh, dan berkumpulnya berbagai kesulitan yang datang silih berganti seperti hujan.

Allah berfirman:

﴿مَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ﴾
“Musibah apa pun yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian).”


Musibah itu datang karena dosa-dosa kita. Tidaklah suatu bala turun kecuali karena dosa, dan tidaklah diangkat kecuali dengan taubat.

Ketika dunia terasa sempit, engkau mungkin mendatangi manusia—si fulan dan fulanah—untuk mengadukan kesedihanmu. Namun setelah itu, ternyata beban itu tetap ada… tidak berkurang sedikit pun.

Engkau mencurahkan isi hatimu, mengungkapkan kelelahan, kesedihan, kejenuhan hidup, dan himpitan masalah…

Namun pada akhirnya, tidak ada jalan bagimu kecuali bersujud di hadapan Rabb-mu: mengadu, menangis, dan berharap… karena tiada penolong selain Dia.


Ketahuilah, sesungguhnya kesulitan yang menimpa seorang mukmin itu pada hakikatnya adalah kebaikan baginya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, seluruh urusannya adalah baik baginya… jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya; dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”
(HR. Muslim)

Musibah itu:

  • menghapus dosa
  • menggugurkan kesalahan

Wahai orang yang sedang diuji…
Ketahuilah bahwa Allah tidak mengujimu kecuali untuk meninggikan derajatmu dan menghapus dosa-dosamu. Maka bergembiralah… karena ujian itu adalah pintu kebaikan yang Allah bukakan untukmu.

Bagaimana bisa?

Setiap kali engkau merasakan kesedihan lalu berwudhu dan shalat, maka itu adalah ketaatan yang berpahala. Engkau mendapatkan pahala atas musibahmu dan pahala atas ibadahmu.

Ketahuilah pula, Allah mengujimu agar Dia mendengar doa-doamu… karena doa adalah ibadah. Bisa jadi Dia menimpakan satu ujian kepadamu untuk menghindarkanmu dari ujian lain yang lebih berat.

Atau Dia ingin meninggikan kedudukanmu di akhirat… atau ada hikmah yang tidak engkau ketahui, namun Dia Maha Mengetahui.


Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, walaupun hanya tertusuk duri, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya karenanya.”

Dan dari Abu Hurairah serta Abu Sa’id رضي الله عنهما, Nabi ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, duka, gangguan, atau kegelisahan—bahkan duri yang menusuknya—melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya.”


Ketahuilah wahai yang sedang diuji…
Besarnya ujianmu menunjukkan besarnya pahala yang Allah siapkan untukmu, jika engkau bersabar dan menerima takdir-Nya dengan ridha, bukan dengan keluh kesah.

Apa manfaatnya mengeluh? Itu tidak akan mengubah apa pun… bahkan hanya menambah beban, melemahkan diri, dan memperberat rasa sakit.


Maka bersyukurlah kepada Allah atas ujian ini, karena dengannya:

  • dosa-dosamu dihapus
  • pahalamu ditambah
  • derajatmu ditinggikan

Di antara hikmah ujian adalah:

  • membuat manusia sadar akan kelemahannya, meskipun ia merasa kuat
  • menyadarkannya akan kefakirannya, meskipun ia merasa kaya

Sehingga ia kembali kepada Rabb-nya, setelah sebelumnya lalai…
dan meninggalkan maksiat setelah dahulu tenggelam di dalamnya.


Ujian juga membuka mata kita terhadap nikmat Allah…
Saat sakit, seseorang baru merasakan betapa berharganya kesehatan yang dahulu ia abaikan tanpa rasa syukur.


Renungkan pula hadis ini:

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pada hari kiamat:

  • ahli sedekah, shalat, dan haji akan ditimbang amalnya
  • namun orang-orang yang diuji (dengan sabar) akan diberikan pahala tanpa hisab

Allah berfirman:

﴿إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan diberi pahala tanpa batas.”

Hingga orang-orang yang dahulu hidup sehat akan berharap seandainya tubuh mereka dahulu dipotong-potong di dunia karena melihat besarnya pahala orang yang diuji.


Allah berfirman dalam hadis qudsi:

“Barang siapa datang dengan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat atau lebih… dan barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta…”


Akhirnya…
Betapa besar kebaikan di balik ujian, meskipun terasa pahit dan menyakitkan.

Karena di dalamnya ada:

  • peningkatan derajat
  • penghapusan dosa
  • kedekatan dengan Allah

Maka bersyukurlah dalam setiap keadaan…
Karena siapa yang bertambah dalam agamanya, maka akan ditambah pula ujiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *