Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasul-Nya yang terpercaya. Amma ba‘du:
Siapakah yang Membunuh Utsman bin ‘Affan?
Yang membunuh Amirul Mukminin, Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu adalah sekelompok orang hina, bodoh, dan pemberontak yang tidak memahami hak para sahabat serta tidak menghargai kemuliaan persahabatan dengan Rasulullah ﷺ. Mereka datang dari Mesir dan daerah-daerah lainnya dengan tujuan memaksa Utsman turun dari jabatan khalifah. Mereka kemudian mengepung rumah beliau dan menahannya di dalam rumahnya.
Pengepungan Rumah Utsman
Ibnu Sa‘d meriwayatkan dalam Ath-Thabaqat (3/51) dari Ibnu Umar bahwa ketika para pemberontak hendak membunuh Utsman, beliau berdiri menghadap mereka dan berkata:
“Mengapa kalian ingin membunuhku? Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
لا يَحِلُّ قَتْلُ رَجُلٍ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: رَجُلٍ كَفَرَ بَعْدَ إِسْلَامِهِ فَإِنَّهُ يُقْتَلُ، وَرَجُلٍ زَنَى بَعْدَ إِحْصَانِهِ فَإِنَّهُ يُرْجَمُ، وَرَجُلٍ قَتَلَ رَجُلًا مُتَعَمِّدًا فَإِنَّهُ يُقْتَلُ
‘Tidak halal darah seorang Muslim kecuali karena salah satu dari tiga perkara: seseorang yang kafir setelah masuk Islam, maka ia dihukum mati; seseorang yang berzina setelah menikah, maka ia dirajam; dan seseorang yang membunuh orang lain dengan sengaja, maka ia dihukum mati.’“
Padahal Utsman tidak melakukan satu pun dari tiga perkara tersebut.
Ancaman Pembunuhan
Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif berkata:
“Aku berada bersama Utsman saat beliau dikepung. Kami bisa masuk menemui beliau dan mendengar suara orang-orang yang berada di luar istana. Pada suatu hari beliau masuk lalu keluar kembali dengan wajah yang berubah. Beliau berkata:
‘Mereka mengancam akan membunuhku.’
Kami berkata:
‘Allah akan mencukupimu dari mereka.’“
Jumlah dan Pemimpin Para Pemberontak
Abu Ja‘far Al-Qari berkata:
- Orang-orang Mesir yang mengepung Utsman berjumlah 600 orang, dipimpin oleh:
- Kinanah bin Bisyr
- Ibnu ‘Udais Al-Balawi
- ‘Amr bin Al-Hamiq
- Orang-orang dari Kufah berjumlah 200 orang, dipimpin oleh:
- Al-Asytar An-Nakha‘i
- Orang-orang dari Bashrah berjumlah 100 orang, dipimpin oleh:
- Hukaim bin Jabalah
Mereka semua bersatu dalam keburukan, dan banyak orang rendahan ikut bergabung dengan mereka.
Utsman Melarang Para Sahabat Membela Dirinya
Abu Habibah meriwayatkan:
Ketika keadaan semakin genting, orang-orang yang berada di rumah berkata kepada Utsman:
“Izinkan kami berperang membela Anda.”
Namun Utsman menjawab:
“Aku mewajibkan kepada setiap orang yang masih taat kepadaku agar tidak berperang.”
Beliau tidak ingin darah kaum Muslimin tertumpah demi mempertahankan dirinya.
Awal Serangan terhadap Utsman
Raitah, mantan budak Usamah, berkata:
“Aku berada di dalam rumah ketika mereka masuk. Seorang lelaki datang dari belakang Utsman sambil membawa pelepah kurma yang masih basah lalu memukul kening beliau hingga darah mengalir. Kemudian orang lain datang dan memukul dada beliau dengan pedang sehingga menjatuhkannya. Setelah itu mereka bergantian menyerang beliau dengan pedang-pedang mereka. Aku juga melihat mereka menjarah isi rumahnya.”
Istri Utsman Berusaha Melindunginya
Mujalid meriwayatkan dari Asy-Sya‘bi:
Seorang laki-laki dari kabilah Tujib yang berasal dari Mesir datang sementara orang-orang mengelilingi Utsman. Ia mencabut pedangnya lalu berkata:
“Beri jalan!”
Mereka pun memberi jalan.
Ia lalu mengarahkan ujung pedangnya ke perut Utsman.
Ketika itu Nailah binti Al-Farafishah, istri Utsman, berusaha menahan pedang tersebut untuk melindungi suaminya.
Namun pedang itu memotong jari-jari tangannya.
Siapa yang Menikam dan Membunuhnya?
Disebutkan bahwa orang yang membunuhnya bernama Himar.
Abdurrahman bin Abdul Aziz berkata:
Aku mendengar Ibnu Abi ‘Aun berkata:
“Kinanah bin Bisyr memukul dahi Utsman dengan tongkat besi. Kemudian Sudan Al-Muradi memukulnya hingga membunuhnya. Setelah itu ‘Amr bin Al-Hamiq melompat ke arahnya sementara beliau masih memiliki sisa nafas hidup, lalu menikamnya sembilan kali.
Ia berkata:
‘Tiga tikaman karena Allah, dan enam tikaman karena dendam pribadiku terhadapnya.’“
Ini menunjukkan kebencian dan kezaliman yang luar biasa dari para pembunuh tersebut.
Rumah Dibakar dan Pengepungan Berakhir
Al-Mughirah berkata:
“Mereka mengepung Utsman selama dua puluh dua hari, kemudian mereka membakar pintu rumahnya.”
Akibatnya orang-orang yang berada di dalam rumah terpaksa keluar.
Utsman Dibunuh Saat Membaca Al-Qur’an
Abu Sa‘id, mantan budak Abu Usaid, berkata:
“Utsman membuka pintu rumahnya lalu meletakkan mushaf Al-Qur’an di hadapannya.
Seorang lelaki masuk dan berkata:
‘Antara aku dan engkau adalah Kitab Allah.’
Lalu ia pergi meninggalkannya.
Kemudian masuk orang lain dan mengatakan hal yang sama. Namun orang itu justru mengangkat pedangnya untuk menyerang Utsman.
Utsman menangkis dengan tangannya hingga tangannya terpotong.
Beliau berkata:
‘Demi Allah, ini adalah tangan pertama yang menulis surah-surah mufashshal.’
Kemudian masuk seorang lelaki yang dikenal dengan julukan:
‘Al-Maut Al-Aswad’ (Kematian Hitam).
Ia mencekik Utsman sebelum beliau ditebas dengan pedang.
Orang itu berkata:
‘Demi Allah, aku tidak pernah merasakan leher yang lebih lembut daripada lehernya. Aku mencekiknya hingga aku melihat ruhnya bergetar dalam tubuhnya seperti ular kecil.’“
Waktu Syahidnya Utsman
Az-Zuhri berkata:
“Utsman dibunuh menjelang waktu salat Ashar.”
Setelah itu seorang budak Utsman menyerang Kinanah bin Bisyr dan membunuhnya. Kemudian Sudan membunuh budak tersebut.
Darah Utsman Menetes di Atas Mushaf
Abu Nadhrah meriwayatkan dari Abu Sa‘id:
“Mereka memukul Utsman hingga darahnya mengalir di atas mushaf Al-Qur’an tepat pada ayat:
فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
‘Maka Allah akan memeliharamu dari mereka. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’
(QS. Al-Baqarah: 137)”
Kesimpulan
- Khalifah Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu dibunuh oleh kelompok pemberontak dari Mesir, Kufah, dan Bashrah.
- Tidak ada sahabat Nabi yang terlibat dalam pembunuhan beliau.
- Beliau menolak membiarkan kaum Muslimin berperang demi membelanya agar tidak terjadi pertumpahan darah.
- Beliau syahid dalam keadaan membaca Al-Qur’an.
- Darah beliau mengalir di atas mushaf pada ayat:
فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Maka Allah akan mencukupimu (melindungimu) dari mereka. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 137)
Semoga Allah meridhai Amirul Mukminin Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, menghimpunkannya bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
