Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Amma ba‘du:
Kami memohon kepada Allah agar melapangkan kesedihan Anda, menghilangkan kegelisahan Anda, dan menggantinya dengan ketenangan serta kebahagiaan.
Pertama: Terkadang Allah Menahan Sebagian Kenikmatan Dunia dari Hamba yang Dicintai-Nya
Allah terkadang menghalangi sebagian hamba yang dicintai-Nya dari kenikmatan dunia sebagai ujian atas kesabaran mereka, sebagai sarana meninggikan derajat mereka, dan sebagai bentuk kasih sayang kepada mereka. Sebab tidak jarang, apa yang tampak sebagai penolakan sebenarnya adalah pemberian, dan apa yang terlihat sebagai kehilangan sesungguhnya adalah nikmat yang tersembunyi.
Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Dia menguji mereka dengan sesuatu yang mendekatkan mereka kepada-Nya, dan menjauhkan dari mereka hal-hal yang mungkin membuat hati mereka lalai dari mengingat-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan melindunginya dari dunia sebagaimana salah seorang dari kalian melindungi orang yang sakit dari air (yang membahayakannya).”
(HR. Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
Beliau ﷺ juga bersabda:
“Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai maupun yang tidak Dia cintai. Namun Dia tidak memberikan agama kecuali kepada orang yang Dia cintai. Maka siapa yang diberi agama oleh Allah, sungguh Allah telah mencintainya.”
(HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani)
Ketika seseorang memahami bahwa rezeki yang ia kejar—baik jenisnya, jumlahnya, maupun waktunya—mungkin justru membahayakannya, maka hatinya akan menjadi lebih tenang dan ridha.
Allah Ta’ala berfirman:
“Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagi kalian. Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Kedua: Renungkan Nikmat Allah yang Telah Anda Miliki
Salah satu cara yang sangat membantu untuk bersabar menghadapi ujian adalah dengan merenungkan nikmat-nikmat Allah yang masih kita miliki.
Dikisahkan bahwa seorang lelaki datang kepada tabi’in yang mulia, Yunus bin Ubaid رحمه الله, mengeluhkan kesulitan hidupnya.
Yunus bertanya:
“Apakah engkau rela kehilangan penglihatanmu ini dengan imbalan seratus ribu dirham?”
Orang itu menjawab:
“Tidak.”
Beliau bertanya lagi:
“Bagaimana jika kedua tanganmu ditukar dengan seratus ribu dirham?”
Ia menjawab:
“Tidak.”
Beliau bertanya lagi:
“Bagaimana jika kedua kakimu?”
Ia menjawab:
“Tidak.”
Maka Yunus terus mengingatkannya tentang berbagai nikmat Allah yang ada padanya, lalu berkata:
“Aku melihat engkau memiliki ratusan ribu nikmat, namun engkau masih mengeluhkan kemiskinan.”
(Sumber: Asy-Syukr karya Ibnu Abi Dunya)
Betapa sering kita fokus pada apa yang belum kita miliki, sementara kita lupa menghitung nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita.
Ketiga: Besarnya Pahala bagi Orang yang Bersabar dalam Ujian
Di antara hal yang dapat meringankan beratnya musibah adalah mengingat pahala besar yang Allah siapkan bagi orang-orang yang sabar.
Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang akan disempurnakan pahala mereka tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar: 10)
Imam Al-Auza’i رحمه الله berkata:
“Pahala mereka tidak ditimbang dan tidak diukur. Namun diberikan kepada mereka dengan limpahan yang tak terhingga.”
(Tafsir Ibnu Katsir)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Pada hari kiamat akan didatangkan seorang syahid untuk dihisab. Akan didatangkan pula orang yang banyak bersedekah untuk dihisab. Kemudian didatangkan orang-orang yang dahulu banyak mendapatkan ujian, namun mereka tidak ditegakkan timbangan dan tidak dibukakan catatan amal. Pahala mereka dicurahkan kepada mereka dengan sangat banyak. Hingga orang-orang yang dahulu hidup dalam kesehatan dan keselamatan berharap seandainya tubuh mereka dahulu dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena melihat indahnya pahala yang diberikan Allah kepada orang-orang yang diuji.”
(HR. Ath-Thabrani, dinyatakan hasan oleh Al-Albani)
Keempat: Syariat Mengajarkan Cara Mengangkat Musibah dan Mendatangkan Rezeki
1. Memperbanyak Doa
Doa adalah salah satu sebab terbesar untuk menghilangkan kesulitan dan musibah. Sebab yang menurunkan ujian hanyalah Allah, dan yang mampu mengangkatnya juga hanya Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 186)
Allah juga berfirman:
“Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia.”
(QS. Al-An’am: 17)
Di antara doa yang sering dibaca Nabi ﷺ adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan pengecut, dari lilitan utang dan penindasan manusia.”
(HR. Bukhari)
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa Nabi Yunus عليه السلام:
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Beliau bersabda bahwa siapa yang membaca doa ini ketika tertimpa kesulitan, Allah akan memberikan jalan keluar baginya.
2. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ
Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
“Wahai Rasulullah, aku banyak bershalawat kepadamu. Berapa banyak waktuku yang harus aku jadikan untuk bershalawat kepadamu?”
Beliau menjawab:
“Terserah engkau.”
Setelah Ubay terus menambah jumlahnya hingga akhirnya berkata:
“Bagaimana jika seluruh doaku aku isi dengan shalawat untukmu?”
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kalau begitu, kegelisahanmu akan dicukupkan (dihilangkan) dan dosa-dosamu akan diampuni.”
(HR. Tirmidzi, hasan shahih)
Penutup
Wahai saudaraku, jangan putus asa dari rahmat Allah. Bisa jadi keterlambatan rezeki, kesempitan hidup, atau berbagai ujian yang sedang Anda alami justru merupakan jalan Allah untuk meninggikan derajat Anda, membersihkan dosa-dosa Anda, dan mendekatkan hati Anda kepada-Nya.
Perbanyaklah doa, istighfar, shalawat kepada Nabi ﷺ, serta renungkan nikmat-nikmat yang masih Allah karuniakan. Yakinlah bahwa setiap kesulitan yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah yang besar, meskipun saat ini kita belum mampu melihatnya.
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Asy-Syarh: 5–6)
Semoga Allah mengganti setiap kesedihan dengan kebahagiaan, setiap kesempitan dengan kelapangan, dan setiap kesulitan dengan kemudahan yang berlimpah. Aamiin.
