Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah ﷺ. Amma ba’du:

Agama ini dinamakan Islam karena siapa saja yang memeluknya berarti ia telah menyerahkan wajahnya (dirinya) kepada Allah, tunduk, patuh, dan berserah diri sepenuhnya kepada-Nya. Ia juga menerima serta menaati seluruh ajaran, hukum, dan syariat yang datang dari Allah dan Rasul-Nya ﷺ tanpa penolakan.

Islam bukan sekadar nama sebuah agama, tetapi merupakan sikap seorang hamba yang berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada perintah-Nya, serta berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ ۚ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ ۝ إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

“Dan tidak ada yang membenci agama Ibrahim melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Sungguh, Kami telah memilihnya di dunia, dan sesungguhnya di akhirat dia benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Ketika Rabbnya berfirman kepadanya, ‘Berserah dirilah (Aslim)!’ Ibrahim menjawab, ‘Aku telah berserah diri kepada Rabb seluruh alam.'”

(QS. Al-Baqarah: 130–131)

Allah Ta’ala juga berfirman:

مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Barang siapa menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang ia berbuat kebaikan, maka baginya pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada rasa takut atas mereka dan mereka tidak pula bersedih hati.”

(QS. Al-Baqarah: 112)

Kesimpulan

Disebut Islam karena agama ini mengajarkan seorang hamba untuk:

  • Menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.
  • Tunduk dan patuh kepada seluruh perintah-Nya.
  • Menerima semua hukum yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
  • Beribadah hanya kepada Allah semata dengan penuh keikhlasan.

Inilah hakikat Islam, yaitu berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan penuh ketaatan, dan berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan serta para pelakunya.

Sumber: Fatwa Al-Lajnah Ad-Dā’imah lil Buhūts Al-‘Ilmiyyah wal Iftā’ (Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *